Jumat, 15 Februari 2019

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran

Rencana pelaksanaan pembelajaran, atau disingkat RPP, adalah pegangan seorang guru dalam mengajar di dalam kelas. RPP dibuat oleh guru untuk membantunya dalam mengajar agar sesuai dengan Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar pada hari tersebut.

Menurut Permendikbud Nomor 65 Tahun 2013 tentang Standar Proses, Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) adalah rencana kegiatan pembelajaran tatap muka untuk satu pertemuan atau lebih. RPP dikembangkan dari silabus untuk mengarahkan kegiatan pembelajaran peserta didik dalam upaya mencapai Kompetensi Dasar.

Selanjutnya menurut Permendikbud Nomor 81A Tahun 2013 lampiran IV tentang Implementasi Kurikulum Pedoman Umum Pembelajaran, tahapan pertama dalam pembelajaran menurut standar proses adalah perencanaan pembelajaran yang diwujudkan dengan kegiatan peyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran. RPP adalah rencana pembelajaran yang dikembangkan secara rinci dari suatu materi pokok atau tema tertentu mengacu pada silabus.

Sementara itu menurut Panduan Teknis Penyusunan RPP di Sekolah Dasar, RPP adalah rencana kegiatan pembelajaran tatap muka untuk satu pertemua atau lebih. RPP dikembangkan secara rinci dari suatu materi pokok atau tema tertentu yang mengacu pada silabus untuk mengarahkan kegiatan pembelajaran siswa dalam upaya mencapai Kompetensi Dasar (KD).

Setiap pendidik pada suatu pendidikan berkewajiban menyusun RPP secara lengkap dan sistematis agar pembelajaran berlangsung secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, efisien, memotivasi siswa untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat, dan perkembangan fisik serta psikologis siswa. RPP disusun berdasarkan KD atau subtema dan dilaksanakan dalam satu kali pertemuan atau lebih.

Pengembangan RPP dapat dilakukan pada setiap awal semester atau awal tahun pelajaran dengan maksud agar RPP telah tersedia terlebih dahulu dalam setiap awal pelaksanaan pembelajaran. Pengembangan RPP dapat dilakukan oleh guru secara individu maupun berkelompok dalam Kelompok Kerja Guru (KKG) di gugus sekolah, di bawah koordinasi dan supervisi oleh pengawas atau dinas pendidikan. Kurikulum 2013 untuk Sekolah Dasar merupakan pendekatan pembelajaran Tematik Terpadu dari kelas I sampai kelas VI.

Menurut panduan teknis penyusunan RPP di Sekolah Dasar, pengembangan RPP disusun dengan mengakomodasikan pembelajaran tematik atau yang disebut RPP Tematik. RPP tematik adalah rencana pembelajaran tematik terpadu yang dikembangkan secara rinci dari suatu tema. Langkah-langkah pengembangan RPP tematik adalah:
  1. Mengkaji silabus tematik
  2. Mengidentifikasi materi pembelajaran
  3. Menentukan tujuan
  4. Mengembangkan kegiatan Pembelajaran
  5. Penjabaran jenis penilaian
  6. Menentukan alokasi waktu
  7. Menentukan sumber belajar.

Manfaat Madu untuik Kesehatan

Orang Indonesia masih mempercayai khasiat pengobatan tradisional yang sederhana. Termasuk memberikan madu, baik sebagai obat minum, oles atau dengan menghirup aromanya. Orangtua seperti Moms mungkin juga memilih memberikan madu untuk Si Kecil dengan alasan tersebut.

Manfaat madu untuk Si Kecil
Namun sebenarnya, ada manfaat lain yang bisa anak dapatkan dengan mengonsumsi madu secara rutin seperti berikut ini:

1. Meredakan Batuk dan Flu
Saat Si Kecil terserang batuk, Moms bisa memberikannya madu dengan dosis 1 sendok makan sebelum ia tidur. Kandungan gula buah alami madu dapat membantu membersihkan sistem pernapasan dari infeksi atau dahak penyebab batuk.

Saat flu pun, Moms bisa mencampur 1-2 sendok madu dengan air hangat. Kemudian, biarkan Si Kecil menghirup uap dari campuran ini agar saluran napasnya menjadi lebih longgar.

Namun jika Si Kecil memiliki tenggorokan yang sangat sensitif, sebaiknya hindari mengonsumsi madu secara langsung. Karena, hal ini dapat membuatnya merasa tidak nyaman dan tekstur kentalnya dapat menyebabkan radang tenggorokan.

2. Mengoptimalkan Tumbuh Kembang
Saat anak-anak, pertumbuhan sel-sel dan organ tubuhnya akan terjadi secara pesat untuk membuatnya siap seiring pertambahan usia. Memberikan madu pada Si Kecil akan membantu proses pertumbuhan sel-sel dan jaringan tubuhnya menjadi lebih optimal.

Untuk itu, berikan Si Kecil madu secara rutin dengan dosis 1 sendok makan sehari untuk memaksimalkan proses tumbuh kembangnya.

3. Luka Cepat Sembuh
Selain diminum, madu juga bisa dioleskan di luka pada tubuh Si Kecil. Sangat wajar jika anak mengalami luka kecil ketika bermain. Karenanya, Moms bisa mengoleskan madu pada luka karena sifat madu yang akan mempercepat proses penyembuhan lukanya. Selain itu, fungsi juga bisa mencegah infeksi yang ditimbulkan pada luka.

4. Melawan Alergi
Sejak kecil, ada beberapa hal yang bisa menimbulkan alergi pada anak. Madu bisa membantu melawan sumber penyebab alergi atau histamin yang menyebabkan reaksi alergi tersebut.

Jika Si Kecil mulai merasa gatal, biduran, mata bengkak dan efek alergi lainnya, madu bisa diberikan sebagai tahap awal meredakan rasa sakit yang dirasakan.

5. Sumber Energi dan Meningkatkan Imunitas
Konsumsi madu juga bisa menambah energi dan meningkatkan kekebalan tubuh Si Kecil. Gula alami di dalamnya mampu membuat anak lebuh bersemangat saat menjalankan setiap kegiatannya. Kandungan zat besi dan vitamin kompleks dalam madu berkontribusi kuat dalam perlindungan sistem daya tahan tubuh anak-anak.

Pemberian madu secara rutin tentunya membuat Si Kecil tidak rentan sakit dan dapat membuatnya lebih berenergi. Ia pun bisa bermain sepuasnya dengan teman-teman tanpa takut terserang penyakit.

6. Menyehatkan Sistem Pencernaan
Terkadang, Si Kecil memasukkan benda-benda asing sehingga bakteri jahat bisa masuk ke dalam tubuhnya. Madu mengandung sejumlah bakteri baik seperti laktobasilus dan bifidobacteria yang dapat melawan bakteri jahat yang masuk dalam usus.

Khasiatnya mampu menetralkan dan membersihkan sistem pencernaan agar sistem metabolisme tubuh anak tidak terganggu. Jadi, akan sangat baik jika Moms mulai memberikan madu pada Si Kecil secara rutin tentunya.

7. Menjadi Sumber Vitamin
Madu mengandung banyak vitamin yang baik dan dibutuhkan oleh anak. Seperti B1, B2, B3, D, K, E, B5, asam nikotinat dan urin acid. Pemberian madu pun dapat memenuhi semua kebutuhan vitamin tersebut dengan proses peresapan yang lebih cepat dibanding makanan lainnya.

D’Lemonie Sari Lemon untuk Kesehatan dan Program Diet

d'Lemonie terbuat dari extrak sari lemon asli dengan sejuta manfaat untuk kesehatan tubuh. Anda tidak perlu lagi repot-repot memeras jeruk lemon untuk mendapatan sari lemonnya, karena kini telah tersedia sari lemon tanpa campuran apapun, yang dikemas dalam botol food grade standart SNI.
.

Diproduksi dengan teknologi modern dan higienis menggunakan bahan baku buah lemon berkualitas premium, yang dipetik dari hasil perkebunan lemon terluas di Indonesia. Tanpa menggunakan campuran berbahaya sehingga sangat aman dikonsumsi seluruh anggota keluarga dari anak-anak hingga lansia.
 👉 Bagaimana Cara Minumnya ?
.
Untuk kesehatan
=============
Diminum 1x sehari, saat pagi setelah bagun tidur
(perut masih dalam keadaan kosong)
Campurkan 1 sendok makan d'lemonie dengan 200ml air hangat, boleh ditambah madu
.

Untuk diet
========
Diminum 2x sehari, yaitu saat pagi dan malam sebelum tidur.
Campurkan 1 sendok makan d'lemonie dengan 200ml air hangat.
d'Lemonie tersedia ukuran 500ml yang dapat dikonsumsi selama sebulan dengan pemakaian rutin.
Sangat Hemat.